BUKU MAHKOTA PENULIS, BUKU MUARA TULISAN

 



BUKU MAHKOTA PENULIS, BUKU MUARA TULISAN
RESUME KE-8
OLEH: NEHUSTA K. KOY, S.Pd

Tak terasa waktu terus berlalu dan seolah berjalan begitu cepat. Saat ini saya telah berada di pertemuan ke-8 dalam kelas belajar menulis online bersama PGRI. Pada pertemuan kali ini kami di dampingi oleh Mr. Bams sebagai moderator dan bapak H. Thamrin Dahlan, SKM, M.Si yang menjadi narasumbernya.

Sosok yang sangat sarat pengalaman, H. Thamrin Dahlan, SKM, M.Si  adalah seorang purnawirawan Polri. Hari-harinya beliau disibukkan dengan tanggungjawab sebagai seorang pengajar/dosen di Akper Polri, juga penulis buku dan pengelola Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan. 

Lulusan D3 Akper Palembang, S1 FKM UI dan S2 Pasca Sarjana UI ini, juga sangat aktif sebagai pegiat media sosial. Bapak Thamrin Dahlan telah menulis 40 buku, mengelola facebook, Whatsapp, twiter, dan selalu menulis pada kompasiana.com.

Motto Bapak Thamrin Dahlan adalah "Berbagi kebaikan; Penasehat, Penakawan Penasaran".

Memulai materinya Bapak Thamrin mengatakan bahwa, sesungguhnya di muka bumi ini hanya ada 2 pekerjaan peradaban, "Penulis/Jurnalis dan Pengajar/Guru". Mengapa demikian karena hasil dari pekerjaan mulia ini akan terus dikenang sepanjang masa.

Guru pun dikenal sebagai arsitek peradaban. Alasanya karena guru yang mengajar dan mendidik selalu dengan hati. Artinya guru mesti memberikan contoh yang baik kepada anak didiknya. Keteladanan atau memberi contoh melalui sikap tingkah laku yang baik merupakan strategi yang ampuh dari pada sekedar mengajar di depan kelas.  

Alasan lain guru sebagai arsitek peradaban yaitu guru yang mampu mengubah paradigmanya lebih berpikir kritis, terbuka, dan terus berkembang menjadi guru yang hebat. Di masa sekarang ini guru yang "apa adanya" tidak dapat membanggakan diri, karena hanya guru "hebat"lah yang bisa diandalkan untuk memenuhi tuntutan zaman yang mengharuskan peningkatan dalam mutu pendidikan. 

Sebuah kutipan sebagai motivasi dari bapak Thamrin seperti yang dikatakan Imam Syafi'i : "Jika seorang ingin melihat dunia maka membacalah. Tapi jika ingin dikenal dunia maka menulislah".  

Sesederhana apapun manusia, selalu terlintas dalam benaknya agar di hargai bahkan selalu berharap untuk dihormati. Namun tentulah sangat sulit untuk berharap menjadi Presiden demi sebuah penghormatan atau seorang Gubernur demi pengakuan. Karena satu negara atau satu daerah hanya punya  seorang Presdiden atau satu Kepala Daerah.

Jalan paling mudah dan cara sangat sederhana bagi seseorang agar menerima mahkota pengharggaan hanya dengan menghasilkan karya literasi seperti menulis buku. Buku juga sebagai prasasti yang takkan pernah usang termakan usia. 

Buku juga dapat dijadikan wasiat kelak manusia tiada di muka bumi. Mengutip pepatah yang mengatakan "Harimau mati meninggalkan belang, Gajah mati meninggalkan gading, Manusia wafat meninggalkan nama".  Maka prasasti yang abadi adalah buku yang dicoret seorang anak manusia yang mengisahkan hal-hal inspiratif dan motivatif bagi orang lain. 

Nama setiap insan semakin abadi mana kala namanya tercantum di cover depan sebuah atau beberapa buku ber ISBN. Buku ber ISBN juga tanda keabadian bukti seorang manusia pernah hadir di muka bumi  ini. 

Dalam upaya mewujudkan hasil karya literasi buku, seseorang perlu memiliki kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memcahkan masalah. Literasi juga tidak terlepas dari kemampuan berbahasa. 

Buku adalah muara tulisan. Tulisan tulisan itu ibarat air mengalir. Tetes demi tetes bergabung menjadi satu, mengalir jauh mencari tempat terendah akhirnya bermuara dilautan. Itulah buku. Sejatinya buku adalah kumpulan tulisan nan terserak. Selaiknya karya gemilang, olah pikir perlu diselamtakan menjadi kitab. 

Semua orang bisa menulis. Ketika kita bisa berbicara otomatis kita bisa menulis. Karena menulis sesungguhnya pekerjaan memindahkan apa yang diucapkan ke dalam peralatan tulis menulis. 

Hasil karya literasi dikategorikan menjadi: 

  1. Artikel deskriptif, tulisan dalam kategori ini hanya sebatas menggambarkan atau melaporkan (to discribe) azas 5W1H, tidak memcahkan masalah, hanya berupa reportase/laporan/liputan.
  2. Artikel Eksplanatif, kategori kedua ini menjelaskan, menerangkan dan mengupas permasalahan secara mendalam/ilmiah, Objektif dan bertanggungjawab. Contohnya, Karya ilmiah seperti skripsi/disertasi/tesis/jurnal dan opini seperti Ipoleksosbudhankam.
  3. Fiksi, karya dalam kategori ini mengandung kebebasan menuangkan inspirasi dunia maya sebagai bagian tak terpisahkan dari seni. Contohnya seperti Puisi, Novel, Cerbung, Cerpen dan Pantun. 
Dalam dunia menulis ada pula methode praktis yang dapat diterapkan seperti: upayakan tidak meninggalkan tulisan, hiraukan kesalahan ketik, ketika blank tinggalkan paragraf dan masuk ke paragraf baru, baca berulang-ulang naskah pada proses editing, sebagai penulis pemula cukup menulis 7 paragraf, dan bersegera posting tulisan di media sosial.

Menulis dengan hati maka tulisan itu akan menyentuh hati pembaca. Dengan demikian yang mesti dilakukan saat menulis adalah: menulis apa yang disukai, menulis apa yang dipahami, menulis tentang hobby, menulis tentang pekerjaan, menulis tentang keluarga, lingkungan dan teman bahkan menulis tentang apa saja.

Sebagai penulis kita membutuhkan inspirasi. Sumber inspirasi yang sangat sederhana contohnya seperti banyak membaca, mengikuti webinar, banyak berjalan, menelaah berita aktual, menelisik berita viral, silaturahim, menyaksikan fenomena alam, berkomunikasi, menyimak bahan ajar, suasana kelas dan lainnya.

Agar efektif dalam menulis kita pun perlu memkasimalkan setiap waktu yang kita miliki. Kita dapat menyediakan waktu khusus,  menggunakan waktu senggang, saat menunggu, bada subuh, sebelum tidur, kapanpun kita dapat menulis. Satu hal menjadi prinsip "one day one posting".

Demi keamanan dan kenyamanan tulisan, kita pun mesti cermat menyimpan hasil karya kita. Tempat yang dapat direkomendasikan seperti: facebook, handphone, laptob, personel komputer, kertas tulis/note book, dan website.
Hasil olah pikir kita dapat bermanfaat bagi insan lain dengan dishare melalui berbagai media seperti website sekolah, website kompasiana.com, website terbitkanbukugratis.id, facebook, whatsapp, email, massenger, twitter dan lain-lain. 

Demikian wejangan sarat makna dari dari seorang tokoh literasi kaya pengalaman yang saya rangkum saat ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua yang membacanya.
Salam literasi.

Comments

Post a Comment