MENERBITKAN BUKU SEMAKIN MUDAH
Kita siapkan masa depan dengan kesiapan kita hari ini, siapa yang fokus pasti akan lulus, tandas Omjay
Omjay lalu mempersilahkan Bu Aam untuk memandu jalannya kegiatan belajar ini dengan bertindak sebagai moderator. Bu Aam pun langsung mengambil alih acara dengan memberi salam dan memperkenalkan narasumber pelatihan malam ini.
Narasumber adalah Pak Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd. Beliau adalah alumni gelombang ke-4 kelas belajar menulis. Pria kelahiran tahun 1992 ini, walaupun masih muda namun sudah memiliki segudang pengalaman dalam dunia literasi.
Karya literasi Pak Brian seperti menulis buku, mengelola blog dan menjadi editor, bahkan sebagai mediator bagi guru pemula dalam menerbitkan buku hasil membuat resume. Pak Brian juga sebagai pendiri komunitas Cakrawala Blogger Guru Nasional (Lagerunal).
Pak Brian selalu siap membantu menghubungkan penulis dan penerbit. Buku solo pertama Bu Aam pun, terbit berkat bantuan Pak Brian.
Pekerjaan mulia membantu menerbitkan buku-buku para guru pemula telah ditekuni Pak Brian sejak bulan juli 2020. Hal ini dilakukan karena ia telah merasakan manfaatnya. Oleh karena waktu lalu belum ada materi tentang penerbit indie dalam kelas ini.
Dengan demikian ketika diminta berbagi ilmu dalam kelas ini, Pak Brian siap menyampaikan materi tentang penerbit indie. Materi yang dibawakan pak Brian saat ini dengan tema "MENERBITKAN BUKU SEMAKIN MUDAH".
Jika dibandingkan dengan waktu lampau ketika penerbit indie belum eksis seperti sekarang, kita hanya tahu bahwa penerbit buku yang ada itu hanya penerbit mayor seperti Gramedia, Grasindo, Elex media dan lainnya Tantangan sebuah tulisan dapat menembus pernerbit mayor yaitu tahap seleksi naskah yang sangat ketat. Saat naskah sudah diterima pun proses penerbitannya sangat lama.
Bagi penulis pemula tentu penerbit indie menjadi solusi untuk bisa mewujudkan impian memiliki buku karya sendiri. Fasilitas kemudahan yang dijanjikan penerbit indie adalah naskah pasti diterbitkan, proses penerbitan mudah dan cepat.
Pengalaman Pak Brian yang sudah punya keinginan menulis buku pada tahun 2014. Ia berniat membuat buku tutorial blog. Buku blog khusus guru. Namun tidak ada mentor yang membimbingnya. Ia pun tidak tahu harus masuk di komunitas apa bahkan tidak punya banyak referensi tentang dunia penerbitan
Hingga akhirnya pada Oktober 2020 Pak Brian mengirim naskah buku pertamanya ke salah satu penerbit Indie. Perlu waktu 3 bulan untuk menunggu sampai buku terbit. Akhirnya pada akhir Januari 2020, buku pertamanya terbit
Setelah membangun kerja sama dengan penerbit indie dan berhasil menerbitkan buku pertamanya, Pak Brian dengan mudahnya membantu banyak guru mewujudkan impian mereka menerbitkan buku hasil karya sendiri.
Berikut ini buku-buku peserta belajar menulis dari berbagai gelombang yang terbit lewat penerbit rekanan Pak Brian
Menulis dan menerbitkan buku sendiri sebagai persyaratan untuk lulus dalam kelas belajar menulis ini. Untuk itu kami disarankan Pak Brian untuk memahami betul ketentuan tiap penerbit dan memilih yang cocok. Penerbit memiliki penawaran dan ketentuan yang berbeda-beda
Pak Brian pun membagikan fasilitas yang disediakan salah satu rekanannya, seperti proses editing, layout, pengurusan ISBN, desain cover dan E-sertifikat. Jumlah cetakan minimal 10 exemplar. Harga standar Rp. 300.000 untuk 130 halaman A5. Jika jumlah halaman lebih dari itu akan dikenakan biaya tambahan.
Demikian pengetahuan baru didapat lagi malam ini. Semoga saya diberi kemudahan mewujudkan impian menulis dan menerbitkan buku sendiri.




Mantap👍
ReplyDeleteRapi Bu. Selalu semangat untuk kita.
ReplyDeleteKalau saya dalam menulis memang kadang suka ingin ada yang "nyelenehnya". Sedikit demi sedikit disesuaikan dengan tema.
ReplyDeleteRapi enak dilihat
ReplyDeleteKita siapkan masa depan dengan kesiapan kita hari ini, siapa yang fokus pasti akan lulus.
ReplyDeleteSe7 dengan selipan kalimat tsb.
Semoga Saya bisa tetap konsisten untuk mengikuti pelatihan hingga tuntas
Hallo kak Netty.mantap kakak tulisannya.
ReplyDelete