MENGENAL PENERBIT INDIE
RESUME KE 5
OLEH: NEHUSTA K. KOY, S.Pd
Pada pertemuan ke 5 dalam kelas belajar menulis bersama PGRI, kami peserta belajar kembali dijumpai di awal kegiatan oleh Om Jay selaku pengelola kelas belajar ini. Kami peserta belajar gelombang 19 dan 20 diberi semangat dan motivasi untuk memulai kuliah. Om Jay juga memperkenalkan masing-masing moderator dan narasumber yang akan memimpin perkuliahan malam ini. Yang bertindak sebagai moderator adalah bapak Bambang Purwanto dan narasumbernya bapak Mukminin, M.Pd.
Pak Mukminin adalah seorang Guru pada SMP 1 Kedungpring Lamongan. Pak Mukminin yang biasa disapa cak Imin pun adalah seorang penulis sekaligus pengelola penerbit. Perusahaan penerbitan cak Imin adalah "Penerbit Buku Kamila Press Lamongan". Melalui penerbit ini buku-bukunya Om Jay juga telah dicetak dan terjual ke banyak guru di Indonesia.
Sesaat setelah dipersilahkan oleh Om Jay untuk memulai kuliah malam ini, Mr. Bams langsung mengambil alih acara dengan mulai memandu kegiatan. Cak Imin pun diminta masuk kelas dan menyampaikan materi. Topik yang dibawakan oleh Cak Imin adalah "Mengenal Penerbit Indie".
Mengawali materi yang akan disampaikan, Cak Imin memperkenalkan diri sebagai salah seorang alumni kelas belajar menulis bersama PGRI. Kelas yang sama saya ikuti saat ini. Teman satu angkatan yang diperkenalkan seperti Bu Noralia Purwa Yunita, Bu Aam, Pak Julius Roma Patandean, Mayor Nani, Om Bambang, Pak Suharto / Cang Ato, semuanya adalah lulusan gelombang 8 yang bergabung pada maret 2020.
Mendengar yang disampaikan cak Imin ini, saya sungguh sangat termotivasi karena nama-nama yang disebutkan hampir semuanya adalah narasumber dan moderator di kelas ini. Sayapun merasa bersyukur telah bergabung dalam sebuah komunitas literasi yang telah menelurkan para penulis hebat dengan hasil karya populer.
Salah satu contoh hasil karya cak Imin dan Bu Nora yang ditulis Duwet dan segera terbit:
Kembali ke materi malam ini, cak Imin mengatakan pada zaman milenial ini semua orang bisa menulis dan menerbitkan buku. Menulis dan menerbitkan buku itu mudah, tidak serumit yang kita bayangkan. Terlebih lagi jika kita sebagai seorang guru pasti bisa menulis baik fiksi maupun karya ilmiah. Guru memiliki banyak kisah dan pengalaman inspiratif yang dapat ditulis dan diterbitkan menjadi buku yang bermanfaat bagi orang lain.
Seorang yang ingin menulis dan menerbitkan buku, maka perlu memahami tahapan menerbitkan buku. Ada 5 tahapan yg harus dilalui:
- Prawriting, yang harus dilakukan seorang penulis pada tahap ini yakni: penulis mencari ide apa yang akan ditulis dengan peka terhadap sekitar ( Pay attention), penulis harus kreatif menangkap fenomena yang terjadi di sekitar untuk menjadi tulisan, dan penulis harus banyak membaca buku.
- Drafting, dalam tahap ini penulis mulai menulis naskah buku sesuai yang dengan apa yang disukai ( pasion). Boleh menulis artikel, cerpen, puisi, novel dan sebagainya dengan penuh kreatif merangkai kata, menggunakan majas, dan berekpresi untuk menarik pembaca.
- Revisi, setelah naskah selesai maka kita lakukan revisi naskah.
Cak Imin pun mengatakan naskah yang telah selesai ditulis siap untuk diajukan ke penerbit. Pada titik ini seorang penulis perlu mengenal penerbit yang akan menjadi mitra untuk menerbitkan hasil karyanya. Penerbit yang tersedia ada Penerbit Mayor dan Penerbit Indie.
Perbedaan penerbit mayor dan penerbit indie secara garis besar terletak pada jumlah cetakan dan pemilihan naskah. Penerbit mayor mencetak bukunya secara masal. Biasanya cetakan pertama sekitar 3000 eksemplar atau minimal 1000 eksemplar untuk dijual di toko-toko buku. Sedangkan Penerbit indie hanya mencetak buku apabila ada yang memesan atau cetak berkala yang dikenal dengan POD ( Print on Demand) yang umumnya didistribusikan melalui media online Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, WA grup dan lain lain.
Pemilihan Naskah yang akan diterbitkan oleh Penerbit mayor, naskah harus melewati beberapa tahap. Berbeda dengan Penerbit indie naskah apapun yang dikirim asal tidak mengandung unsur Sara, LGBT atau pornografi pasti terbit.
Sesuai latar belakang pengalaman mengelola penerbitan, cak Imin dalam kesempatan ini secara detail membagikan informasi tentang layanan penerbit indie. Sebagai contoh diberikan fasilitas layanan Penerbit KAMILA PRESS LAMONGAN yang melayani cetak buku, dengan jasa ISBN, editing, Lay out, dan design cover buku dengan harga terjangkau.
Adapun Syarat-syarat penerbitan di KAMILA PRESS LAMONGAN:
- Kirimkan naskah lengkap mulai judul, kata pengantar, daftar isi, naskah lengkap sesuai urutan daftar isi, daftar pustaka, biodata penulis dengan fotonya dan Sinopsis ( ditempatkan di cover belakang). Kalau ada Endors dari pakar ( orang ahli).
- Naskah diketik pada A5 ukurannya 14,8 x 21 cm, spasi 1,5 ukuran font 11 dan margin kanan 2 cm, kiri 2 cm, atas 2 cm dan bawah 2 cm. Gunakan huruf Arial, calibri atau Cambria dan masukkan dalam 1 file kirim ke WA cak Imin atau email gusmukminin@gmail.com
- Untuk judul dan Cover jikalau kurang pas akan dibantu memperbaikinya.
Ini buku-buku peserta Belajar Menulis yang sudah diterbitkan Penerbit KAMILA PRESS LAMONGAN:
Demikian mutiara pengalaman sebagai penuntun menulis hingga menerbitkan buku dari salah satu tokoh literasi jebolan kelas belajar menulis bersama PGRI. Dalam proses menuju pribadi yang dapat menambah jumlah pegiat literasi di era milenial ini, saya pun berharap bisa mencapai titik ini berhasil menulis dan menerbitkan buku.
Semoga harapan yang sama dari teman-teman di kelas ini untuk maju dan berkarya mengikuti jejak pendahulu yang telah banyak meninggalkan jejak literasi yang dapat menjadi penyemangat.
Salam



Terima kasih telah selesai resumenya. Keren ayo smgt menulis yakin bisa terbitkan buku
ReplyDeleteTerimakasih cak Inin sudah memotivasi saya
DeleteSemoga ya, Bu. Semangat terus...
ReplyDelete