MENULIS BUKU DARI KARYA ILMIAH
MENULIS BUKU DARI KARYA ILMIAH
RESUME KE-4
OLEH: NEHUSTA KOY S.Pd
Menjelang malam takbiran menyabut Hari Raya Idul Adha bagi saudara-saudara beragama Islam, kami peserta belajar menulis dalam kelas belajar menulis bersama PGRI kembali bersiap diri untuk belajar. Dalam pertemuan kali ini kami didampingi oleh Ibu Noralia Purwa Yunita, M.Pd sebagai narasumber.
Ucapan selamat disampaikan Bu Nora mengawali pertemuan ini. Beliau juga menyatakan puji syukur kehadirat Allah SWT karena malam ini kami dapat berjumpa meskipun secara maya di grup menulis yang hebat ini. Tidak lupa Bu Nora mengucapkan terimakasih pada Om Jay dan tim karena telah memberinya kepercayaan dan kesempatan berbagi di grup yang hebat ini, sekaligus berharap semoga materi yang ia bagikan malam ini bermanfaat.
Topik yang kami bahas bersama Bu Nora malam ini adalah:"MENULIS BUKU DARI KARYA ILMIAH". Memulai pemaparan materi Bu Nora membukanya dengan mengatakan terkait karya ilmiah, ia yakin pasti peserta belajar menulis di kelas ini sudah pernah membuat karya ilmiah.
Bu Nora mengatakan bahwa setiap lulusan S1, pasti pernah berjuang dengan yang namanya skripsi sedangkan untuk yang melanjutkan pendidikannya lagi ke jenjang S2, akan meningkat lagi jenis karya ilmiahnya yaitu membuat tesis. Saat menjadi guru, kita diberikan tuntutan untuk membuat satu jenis karya ilmiah lagi yakni PTK.
Berangkat dari pengalaman ini, Bu Nora mengatakan bahwa manfaat Karya ilmiah yang selama kita buat hanya sebatas untuk memenuhi tuntutan tertentu saja. Misalkan bagi yang sedang kuliah S1, S2 atau S3 Tujuannya semata hanya untuk memenuhi prasyarat agar dapat lulus dan mendapatkan gelar, selebihnya jika sudah disidangkan atau telah dilakukan penilaian, KTI sudah pasti dibiarkan tergeletak begitu saja di rak Perpustakaan atau bahkan di gudang.
Sama halnya bagi yang sedang atau sudah pernah menulis PTK ataupun best Practice, setelah laporan PTK dibuat, dikumpulkan ke penilai angka kredit, laporan tersebut biasanya hanya akan disimpan oleh penulis sendiri. Jika beruntung, laporan PTK itu bisa terpajang di perpustakaan sekolah, lanjut Bu Nora.
Dalam perjuangan untuk membuat dan menyelesaikan KTI tersebut, tentu tidak sedikit pengorbanan yang harus dikeluarkan, entah itu materi, waktu, atau bahkan psikis. Bahkan untuk sebagian orang ada yang menyelesaikan KTI sampai menghabiskan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.
Usai menggugah dan membakar semangat kami peserta belajar menulis agar menyadari betapa penting dan berharganya sebuah hasil karya yang telah dengan susah payah dibuat, dengan mengorbankan banyak hal, kami pun diajak Bu Nora untuk memoles karya tersebut menjadi lebih bermanfaat lagi bagi banyak orang.
Hal sederhana yang dapat dibagikan kepada orang lain dari sebuah KTI adalah muatan data dan temuan-temuan yang sudah barang tentu merupakan sebuah rangkaian informasi penting dan dapat bermanfaat bagi pemecahan persoalan faktual yang sedang dihadapi di lapangan.
Cara paling praktis dan mudah yang ditawarkan Bu Nora agar sebuah hasil KTI dapat menjangkau dan memberi banyak manfaat bagi masyarakat luas, solusinya adalah mengubah karya tulis tersebut menjadi "Buku".
Bu Nora juga menyampaikan beberapa manfaat dari mengubah karya ilmiah menjadi BUKU, seperti:
- Buku dapat dibaca oleh masyarakat awam
- Buku dapat diperjualbelikan, sehingga ada keuntungan material yang dapat kita peroleh
- Bagi yang berstatus ASN, buku dapat dijadikan publikasi ilmiah yang dapat menambah poin angka kredit. Jadi selain mendapatkan poin AK dari laporan PTK
- Jika buku yang ditlulis banyak yang baca, banyak yang beli, ada kemungkinan nama penulis akan dikenal oleh banyak orang, dan tentu ini juga merupakan keuntungan tersendiri
- Ilmu yang ada, dapat tersebar bebas tanpa sekat jika sudah diubah menjadi BUKU
Lebih lanjut Bu Nora membagikan CARA MENGUBAH PTK MENJADI BUKU:
- Ubah judul KTI atau PTK kita menjadi judul populer. Judul KTI VERSI BUKU hanya berfokus pada objek penelitian saja. Hilangkan materi, subjek, tempat penelitian. Sebagai contoh JUDUL TESIS: "Pengembangan modul berbasis riset pada materi reaksi redoks untuk meningkatkan keterampilan generik sains siswa kelas X SMA ". Ketika diubah menjadi JUDUL BUKU : "kiat menulis modul berbasis riset" Dapat dilihat dari contoh judul ini, objek/fokus penelitian Tesis terletak pada pengembangan / pembuatan modul, jadi ketika diubah menjadi judul BUKU, sesuaikan dengan fokus penelitian itu. Tinggal ditambah kata : KIAT, JURUS, STRATEGI, CARA SUKSES atau yang lainnya
- Ubah bab I (pendahuluan) pada KTI menjadi bab I buku. Namun, disini ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu: A. Hapus rumusan masalah, B. Hapus definisi operasional, C. Hapus manfaat penelitian. Kita dapat mengisi bab I ini dengan memasukan permasalahan pembelajaran secara umum, alasan menggunakan metode/media/model pada pembelajaran, atau materi pelajaran yang kita teliti
- Bab II dan seterusnya pada KTI versi buku dapat diambil dari pengembangan kajian teori pada bab II KTI asli. Sebagai contoh bab 2 KTI yang merupakan landasan teori berisi: 2.1. hasil belajar, 2.2. media pembelajaran, 2.3. Modul, 2.4. metode pembelajaran, 2.5 pembelajaran berbasis riset. Nah ini ketika menjadi buku dapat dibuat menjadi beberapa bab yaitu: Sub bab 2.1. hasil belajar menjadi bab 2 buku. Bab 2 TEORI BELAJAR 2.1. belajar, 2.2. permasalahan dalam pembelajaran, 2.3. Hasil belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, Sub bab 2.2. media pembelajaran menjadi bab 3 buku. Bab 3 MEDIA PEMBELAJARAN: 3.1. Pengertian media, 3.2. jenis media, 3.3. manfaat media, Sub bab 2.3. modul menjadi bab 4 buku, Bab 4 mengenal modul, 4.1.pengertian modul, 4.2. karakteristik modul, 4.3.sistematika modul, 4.4. kelebihan modul. Dan seterusnya hingga sub bab dalam bab 2 selesai. Dengan demikian hanya dari bab 2 KTI saja, bapak ibu sudah dapat menuliskan/ mengubahnya menjadi beberapa bab dalam buku
- Bab V dapat diambil dari hasil penelitian dan pembahasan: A. Kita dapat memasukkan hasil penelitian KTI ke dalam buku kita. Ini dapat diawali dengan kata pengantar "pada bab ini merupakan uraian dari hasil penelitian.... "; B.Hilangkan semua kata Penelitian/ laporan PTK, laporan skripsi dan lainnya yang biasanya ada di karya ilmiah; C. Boleh menampilkan grafik tetapi jangan terlalu banyak. Cukup grafik yang penting saja. Grafik lain yang tidak ditampilkan, ubah dalam bentuk kalimat
- Secara kebahasaan dan penyajian, karya ilmiah versi buku haruslah berbeda dengan versi laporan. Susunan dan gaya tulisan bebas terserah penulis, karena setiap penulis memiliki ide dan kreativitas masing-masing sesuai dengan pengalaman dan bahan bacaannya. Semakin literatnya penulis maka akan semakin oke buku yang dia tulis. Hal ini karena membaca, berpikir dan menulis adalah satu rangkaian literasi yang tidak dapat dipisahkan. Selain itu, kita harus mengupayakan agar pembaca memahami isi buku kita secara lengkap, dan mengena apabila menjadi karya ilmiah kita diubah menjadi buku
- Berikanlah ulasan mengenai kelebihan dan kelemahan penelitian yang anda lakukan agar pembaca yakin bahwa anda benar-benar telah melakukan penelitian tersebut
- Daftar pustaka boleh menggunakan blog namun situs blog resmi seperti Kemendikbud.go.id, Jurnal ilmiah, e book, atau karya ilmiah lainnya. JANGAN gunakan daftar pustaka berupa blog pribadi dengan domain blogspot, wordpress, dll
- Karya ilmiah versi buku minimal 70 halaman format A5 dengan ukuran huruf, jenis huruf, dan margin disesuaikan dengan aturan Penerbit
Dengan demikian, membuat buku dari karya ilmiah BUKAN BERARTI HANYA mengubah cover dan judul saja sementara isi sama persis dengan KTI yang sudah kita punya, kata Bu Nora. Jika itu yang kita lakukan maka kita melakukan suatu kesalahan karena melakukan self plagiarisme untuk karya kita. Kita harus mengubahnya sesuai dengan aturan yang ada sehingga KTI versi buku tidak akan sama struktur dan isinya dengan KTI aslinya.
Setelah sesi pemaparan materi, acara belajar malam ini dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pada sesi tanyajawab ada pertanyaan yang diajukan kepada Bu Nora tentang kiat sederhana untuk menulis dan menghasilkan karya ilmiah bahkan menulis buku.
Bu Nora pun menanggapi dengan mengatakan bahwa caranya adalah belajar dan bergabung dengan komunitas penulis seperti ini, karena jika kita bergabung dengan sesama penulis, maka akan memantik semangat kita untuk mau dan bisa menulis juga. Apalagi jika di komunitas tersebut ada yang sudah berhasil membukukan karyanya, hal ini bisa jadi penyemangat bagi diri kita untuk bisa meniru hal tersebut. Hal lain yang didapat dari grup komunitas yakni kita diberikan solusi jika kita mengalami mandeg ide. Saran dan masukan dari sesama teman di grup dapat menjadi bahan kita untuk menulis.
Bu Nora juga menanggapi pertanyaan tentang apa boleh mengubah skripsi yang sudah lama dibuat namun ingin untuk diubah menjadi buku, ia mengatakan sangat bisa. Namun dapat menambahkan di bagian isi dengan pembelajaran yang sedang hits sekarang. Sebagai contoh dikaitkan dengan STEAM yang sekarang sedang hangat-hangatnya. Atau juga HOTS, jadi ada pembaruan dari segi isi.
Semakin hangat dan seru diskusi yang tengah berlangsung dengan bertambah larutnya malam terlebih kami di bagian Timur Indonesia yang waktunya telah menunjukkan pukul 23 malam, namun semangat teman-teman peserta belum surut untuk bertanya.
Saya pun akhirnya menyudahi kelas mendahului teman-teman, akbiat rasa kantuk yang tidak bisa saya lawan. Pagi harinya saat bangun dan beres-beres menyelesaikan tugas rutin seorang ibu, saya baru kembali membuka laptob mengikuti diskusi lanjutan yang saya baca dari WA. Resume yang belum terselesaikan lalu saya tuntaskan dengan menyimak kembali diskusi yang saya sisakan malam tadi.
Salam literasi

Mungkin bisa dibuat lebih ringkas
ReplyDelete