MENULIS SEBAGAI PASSION

MENJADIKAN MENULIS SEBAGAI PASSION
RESUME KE-1
(OLEH: NEHUSTA K. KOY, S.Pd)

Sebagai peserta belajar menulis yang baru pertama kali bergabung dalam group belajar menulis bersama PGRI, saya sangat antusias untuk mengikuti pertemuan pertama malam ini. Tatkala menerima informasi melalui group WA  bahwa saatnya akan mulai kegiatan belajar menulis sayapun bergegas bersiap diri dan mengaktifkan laptob dan masuk kelas. 
Sebagai narasumber pada pertemuan perdana ini adalah Ibunda Sri Sugiastuti atau yang biasa disapa Bunda Kanjeng. Demikian narasumber yang diperkenalkan oleh moderator Ibu Aam Nurhasanah.
Dengan penuh kelembutan Bunda Kanjeng menyapa dan memotivasi kami semua peserta belajar menulis dan memberitahukan topik yang akan disampaikan yaitu "MENJADIKAN MENULIS SEBAGAI PASSION". Saya sangat tertegun mendengar pemaparan Bunda Kanjeng sejak awal, dan mata saya hampir tidak berkedip di depan laptob, bahkan telingapun seolah tidak sabar  menantikan setiap rekaman suara yang dikirim lewat group wa untuk didengar.

Bunda Kanjeng secara perlahan dan detail menguraikan materinya dengan menjelaskan isi slide halaman demi halaman. Mengawali materi dengan sebuah pertanyaan "mengapa menulis  menjadi passion yang menjanjikan?". Alasannya bahwa profesi menulis adalah salah satu pekerjaan yang sangat dihormati dan dihargai secara sosial. Kemampuan menulis dipandang sebagai indikator intelektualitas dan kematangan berpikir.  Walau demikian, banyak diantara kita yang ingin jadi penulis namun hanya sedikit dari kita yang dapat menwujudkannya, tambah Bunda Kanjeng. 

Terdapat beberapa alasan yang sering dihadapi sebagai kendala dan hambatan dalam menulis seperti: merasa tidak berbakat menulis, tidak memiliki ide, tidak memiliki waktu, tidak suka menulis, bahkan tidak berani menerima kritik. Bunda Kanjeng lalu menggambarkan alur menulis menuju naskah yang akan menjadi sebuah buku, yakni dengan menyadari kendala dalam diri maka dengan motivasi dan etos yang kuat lalu kita dapat menghasilkan sebuah karya tulis yang baik. 

Melakukan pekerjaan menulis, terlebih dahulu kita memulainya dengan mengajukan pertanyaan mengapa kita menulis? atau bagaimana cara menulis?. Pertanyaan bagaimana lebih bersifat teknis dan jawabannya mudah diperoleh melalui proses latihan, sedangkan pertanyaan mengapa lebih filosofis dan berhubungan dengan nilai, visi dan misi hidup kita di dunia.
Alasan kita termotivasi untuk menulis sangat beragam misalnya seperti: 
  1. Orientasi material, tujuannya mengejar uang seperti royalti, atau fee menjadi pembicara dan lainnya. Terlebih lagi jika tulisannya seperti novel yang diangkat ceritanya ke layar lebar tentu pundi-pundi semakin banyak diraup
  2. Orientasi eksistensial, tujuannya mengejar popularitas dan pengakuan dari masyarakat
  3. Orientasi personal, bersifat lebih pribadi dengan tujuan untuk mencurahkan atau mengekspresikan perasaan, pengalaman atau kisah pribadi agar dibaca orang lain
  4. Orientasi Sosial, tujuannya untuk mempengaruhi atau mengubah cara berpikir masyarakat serta membangun peradaban
  5. Orientasi spiritual, tujuannya untuk beribadah dan memperoleh pahala dengan mengajak pembaca melakukan perbuatan baik.
Di sela-sela materi yang disampaikan, Bunda kanjeng pun terus memotivasi kami peserta menulis yang belajar saat ini dengan mengutip Hadis Nabi yang mengatakan sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat untuk manusia lain.

Bagi penulis pemula, Bunda Kanjeng membagikan beberapa kegiatan yang perlu dilakukan untuk menjadi seorang penulis yang baik di antaranya: 
  1. READ, bahwa untuk menjadi penulis yang baik, kita perlu membaca banyak buku baik yang bersifat general (umum), maupun yang spesifik (misalnya sesuai dengan background akademik atau interest)
  2. DISCUSS, diskusi menjadi penting karena ide dan gagasan seringkali muncul saat kita mendialektikakan bahan bacaan yang kita baca dengan bacaan orang lain atau dengan diri kita sendiri
  3. LOOK & FEEL, kita harus bisa menjadi penyimak yang baik secara langsung terhadap apa yang kita lihat dan baca di media (TV, radio, internet, medsos dan lain-lain)
  4. SOCIALIZE, kitapun mesti mengetahui seberapa banyak pengetahuan, pengalaman dan kisah orang lain yang dapat kita serap?
Bunda Kanjeng juga menambahkan tentang persiapan menulis, ada hal-hal yang harus dilakukan seperti: menggali dan menemukan gagasan/ide, menentukan tujuan, genre dan segmen pembaca, menentukan topik, membuat outline, mengumpulkan bahan materi/buku. Secara rinci langkah-langkah ini diuraikan sebagai berikut:
  1. Menggali dan menemukan Gagasan/Ide, kegiatan ini dapat dilakukan dengan pengamatan baik terhadap kejadian/peristiwa yang terjadi, imajinasi, dan kajian pustaka. Cara efektif menemukan ide adalah melalui brainstorming.
  2.  Menetukan tujuan, genre dan segmen pembaca, penulis perlu menentukan tujuan menulis, genre yang diikuti serta target segmen pembaca. Sasaran pembaca akan menjadi bahan pertimbangan dalam warna tulisan, dan yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa tulisan yang kita hasilkan harus dipastikan markertable.
  3. Menentukan topik, topik ditentukan setelah penulis menetapkan untuk apa menulis, genre apa yang dipilih, dan siapa sasarannya. Sebagai contoh jika sasarannya adalah orang tua (manula), maka penulis menentukan tulisan misalnya dengan topik "Hidup sehat di usia senja".
  4. Membuat outline, outline merupakan bentuk kerangka tulisan yang dapat menggambarkan secara garis besar isi tulisan. Karaktertistik outline yang baik memiliki kesederajatan yang logis, kesetaraan struktur, kepaduan, dan penekanan.
  5. Mengumpulkan bahan materi/buku, penulis wajib membaca banyak buku dan sumber bacaan lain untuk memperkaya perspektif dan referensi, juga semakin banyak ide yang dikembangkan.
Pembelajaran selanjutnya  Bunda Kanjeng membagikan tips dalam menulis bagi penulis pemula yakni bagaimana cara harus menulis. Disarankan oleh Bunda Kanjeng bahwa untuk penulis pemula sebaiknya fokus pada ketekunan (persistens) dalam proses menulis. Menulis itu harus sabar, menulis tentang apa yang kita mampu terlebih dahulu, jangan berpikir harus sempurna, dan jangan terlalu idealis. 
Dalam proses menulis Bunda kanjeng juga menyarankan agar memperhatikan hal-hal seperti: target waktu, kedisiplinan, kenyamanan, fasilitas pendukung dan suasana hati. 
Setelah tahap demi tahap menulis sebuah buku dilalui dan menghasilkan naskah kasar tahapan berikutnya yang harus dilewati yakni: editing, revising dan publishing .

Secara detail tiga tahapan tersebut lebih lanjut diuraikan Bunda Kanjeng sebagai berikut:
  1. Penyuntingan (Editing), tahapan ini penulis membaca ulang dan menyempurnakan draf. Kegiatan menyempurnakan draf dapat dilakukan melalui: teknik penulisan berdasarkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia,   Sistematika penulisan dan Isi tulisan.
  2. Revisi (Revising), yang dilakukan pada tahapan ini yaitu: mengubah beberapa bagian naskah, melengkapi naskah (menambahi materi yang diperlukan tetapi belum terdapat di dalam naskah atau menghapus beberapa bagian tulisan yang dianggap tidak perlu), dan mengevaluasi kembali naskah untuk menihilkan kesalahan tulis.
  3. Publikasi (Publishing), yang dilakukan pada tahap publikasi terlebih dahulu penulis harus mengirimkan naskah dengan menentukan/memilih jenis penerbit apakah memilih Major publishing (penerbit umum) atau Self publishing (penerbit independen). Selanjutnya pracetak, yaitu proses pengaturan tata letak (layout), perwajahan buku (cover) dan pengurusan ISBN.  Tahapan berikutnya dalam proses publikasi adalah pencetakan dan promosi serta distribusi. 
Demikian detail dan dalamnya materi pertama yang disampaikan Bunda Kanjeng dalam kelas menulis bersama PGRI di pertemuan perdana ini. Sungguh sebuah materi yang penuh inspirasi dan motivasi untuk saya seorang pemula yang baru bergabung dalam kelas belajar menulis ini. Saya pun berharap semoga saya dalam segala keterbatasan sanggup mewujudkan mimpi berhasil menulis sebuah buku bersama para pakar yang akan terus membimbing saya dalam kelas ini. 
Selamat berjuang teman-teman peserta belajar menulis di kelas ini semoga berhasil.
Salam Literasi, salam sehat.

Comments

  1. Terima kasih sudah mengerjakan tugasnya dengan baik

    ReplyDelete
  2. Replies
    1. Makasi kunjungan dan komennya. Mohon maaf saya ibu bukan bpk

      Delete
  3. Keren, bagus, komplit. Paparannya memukau. Sukses ya...

    ReplyDelete
  4. Lengkap bergizi, sukses pak,, mengalir

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasi bu eti. Sukses juga bu. Mohon maaf saya ibu bukan pak

      Delete
    2. Makasi bu eti. Sukses jg buat ibu. Mohon maaf saya ibu bukan pak

      Delete

Post a Comment