RAHASIA MENULIS HINGGA MENERBITKAN BUKU


MEMBONGKAR RAHASIA MENULIS HINGGA MENERBITKAN BUKU
RESUME KE-3
OLEH : NEHUSTA K. KOY, S.Pd

Setelah moderator Mr. Bams mempersilahkan  Ibu Rita Wati, S.Kom. sebagai narasumber dalam acara belajar menulis online malam ini,  beliau dengan semangat mudanya langsung mengucapkan selamat malam, salam sejahtera untuk kami semua peserta belajar di kelas ini yang tersebar di seluruh Indonesia dan yang telah bergabung di group menulis gelombang 19 dan 20.

Bu Rita dengan nada merendah mengatakan sedikit nervous dengan peserta belajar menulis online gelombang 19 dan 20 luar biasa, karena pembahasan di kelas merupakan guru-guru penggerak. Ia pun meminta diizinkan untuk berbagi pengalaman. 

Saat memperkenalkan diri Bu Rita Wati mengatakan bahwa ia mengajar mata pelajaran  Informatika di SMP Negeri 2 Mendoyo Kabupaten Jembrana Provinsi Bali. Bu Rita juga merupakan alumni Belajar Menulis bersama Omjay  Gelombang 10, dan hari ini ia mendapatkan kehormatan kembali dari Omjay yang telah mengundangnya untuk menjadi narasumber. Ia mulai menjadi narasumber di group ini sejak gelombang 16

Sebagai pribadi yang taat menjalankan ajaran agama, Bu Rita pun mengajak kami bersama-sama berdoa sebelum memulai kegiatan belajar menulis pada malam hari ini agar dapat berjalan lancar. Kami lalu berdoa menurut agama dan keyakinan kami masing-masing. Bagi yang beragama Islam diajak buka dengan mengucapkan Bismillahirrohmanirrohim.

Bu Rita lalu mengatakan akan memberikan materi tentang Membongkar Rahasia Menulis Hingga Menerbitkan Buku. Ia pun memberikan pertanyaan terlebih dahulu kepada kami, Apa tujuan kami Belajar Menulis?. Kami lalu diminta masing-masing menjawab, dan begitu antusiasnya peserta belajar menjawab melalui tautan yang diberikan. 

Sebelum menguraikan jawaban pertanyaan yang telah dilontarkan sebelumyan, Bu Rita memotivasi seluruh peserta belajar menulis dengan sharing pengalaman bagaimana perjalanannya menjadi penulis hingga ditawari menjadi kurator, editor, moderator dan sekarang mulai diundang sebagai narasumber di group menulis.

Awal mula ketertarikan Bu Rita dengan menulis sudah cukup lama sejak 2 dekade lalu tepatnya tahun 2001 di awal ia menjadi mahasiswa. Karena pada saat itu ia berteman dengan seorang penulis yang telah menerbitkan buku. Akan tetapi ia tidak tahu mau menulis apa dan bagaimana cara memulainya, sehingga keinginan tersebut hanya keinginan yang terpendam tanpa di eksekusi.

Empat tahun kemudian di tahun 2005, keinginan itu mulai menggebu kembali, saat itu ia tidak terlalu aktif mencari tahu group belajar menulis/ kelas menulis karena pada saat itu tidak seramai sekarang pelatihan menulis. Akhirnya ia menulis apa yang ada di pikirannya, dan berhasil menulis beberapa cerpen ala dirinya. Puncaknya ia ingin membuat novel dan telah berhasil sebanyak 80 halaman jika dijadikan A5 sudah sekitar 140 halaman.

Satu hal yang dianggap lucu Bu Rita ialah ketidakpercayaan diri mengalahkan cita-citanya, ia tidak berani tulisannya dibaca oleh orang lain. Sehingga tulisan itu ia endapkan di Hidden folder. Pada akhirnya ia men-judge diri sendiri dengan tulisan “KAMU TIDAK BAKAT MENJADI PENULIS”

Lama tidak menghiraukan tentang tulisan, lalu PANDEMI DATANG. Semua menjadi berubah, walau sudah lama Bu Rita mengetahui group menulis Omjay, tapi ia tidak pernah tertarik. Pada saat gelombang 10 kebetulan masih pandemi,  Bu Rita  seolah terpaksa‘coba-coba’ ikutan.

Karena hanya coba-coba hasilnyapun sekadarnya saja kata Bu Rita. Pada pertemuan 1 sampai 5 Bu Rita hanya sekadar membuat resume, yang penting sudah mengerjakan tugas itu pikirnya saat itu. Mulai pertemuan ke-6 ia mulai berpikir bagaimana caranya membuat resume yang menarik tidak hanya copy paste tapi hasil olah kata sendiri.

Tatkala Bu Rita menulis dengan hasil olah kata sendiri, justru diluar dugaan , awalnya tulisannya tidak pernah di share oleh Omjay dan ketika ia olah sendiri akhirnya Omjay sendiri yang men-share tulisannya. Saat itu senang sekali mendapatkan apresiasi dari Omjay katanya. Resume Bu Rita, yang di share Omjay dan langsung menjadi popular post di blognya saat itu adalah:  https://teruslahmenulis.blogspot.com/2020/05/teknik-menulis-dan-menerbitkan-buku_23.html dan https://teruslahmenulis.blogspot.com/2020/05/membuat-siaran-televisi-pendidikan.html

Dari hasil tersebut semangat menulis Bu Rita semakin menggebu hingga selesai 30 kali pertemuan ia mulai diajak menjadi kurator oleh bu Kanjeng. Sampai saat ini ia telah berhasil menerbitkan 4 buku solo, 1 buku duet  bersama Prof Ekoji yang diterbitkan di penerbit Andi dan 10 buku antologi dimana 3 antologi di antaranya ia yang menjadi kurator serta editor lapis pertama dan 3 editor buku fiksi berupa cerpen dan novel karya peserta Belajar Menulis Omjay.

buku-buku hasil karya Bu Rita

Balik lagi ke pertanyaan yang telah dilontarkan sebelumnya, kira-kira apa sih tujuan menulis? Dilanjutkan Bu Rita bahwa ada 4 tujuan orang menulis yaitu: 1) hanya sekadar belajar, 2)  terpaksa karena persyaratan naik pangkat, 3) karena hobi  dan meningkatkan prestice atau 4) untuk tambahan penghasilan

Bu Rita juga menambahkan bahwa  melakukan pekerjaan menulis ada manfaatnya untuk kesehatan seperti: meredakan stres, memecahkan masalah dengan lebih baik, menuangkan perasaan sesuai keinginan, dan memperbaiki suasana hati serta meningkatkan daya ingat.



Mengutip pendapat para ahli, Bu Rita menyampaikan bahwa manfaat menulis adalah: meningkatkan kecerdasan, mengembangkan daya inisiatif dan kreativitas, menumbuhkan keberanian, dan mendorong kemauan serta  kemampuan mengumpulkan informasi. 

Sebuah rahasia menulis yang diungkapkan Bu Rita bahwa: menulis mesti menguasai diri, membiasakan membaca buku-buku terbaik, menulis semua ide yang muncul hingga tuntas  dengan mengabaikan PUEBI untuk sementara, lakukan latihan menulis setiap hari mulai dari100 kata, 400 kata hingga 100 kata perhari, dan buat peta konsep/TOC, serta tidak takut mengajukan gagasan baru. 

Kitapun harus menulis di Blog demikian lanjut Bu Rita. Blog adalah salah satu media yang dapat mempublikasikan karya tulis kita tanpa harus ditolak, tulisan kita tidak hanya dibaca oleh teman dekat tapi tulisan tersebut dapat dibaca oleh semua orang di seluruh dunia. Manfaat lain dari menulis di blog, yakni tulisan di blog dapat dijadikan buku. Jika satu hari satu tulisan yang terdiri dari 1 sampai 2 lembar maka dalam sebulan sudah dapat menerbitkan sebuah buku.

Namun demikian tidak mudah bagi seorang penulis pemula untuk menulis di blog hingga menerbitkan buku. Permasalahan umum yang sering dialami penulis pemula adalah: susah menemukan ide, miskin kosa kata, sulit merangkai kata, menunda-nunda pekerjaan menulis, bingung mau menulis apa, tidak percaya diri, bahkan merasa tulisnnya jelek/tidak layak untuk dibaca. 

Solusi yang diberikan Bu Rita untuk semua permasalah bagi seorang penulis pemula sebagaimana disampaikan di atas, dijawab hanya dengan dua kata membaca dan menulis. Cukup singkat tapi inilah jawaban yang tidak sekedar solusi tetapi juga sebagai pembakar semangat agar sebagai penulis pemula sudah harus meninggalkan semuanya yang menjadi penghambat dan mulai membaca dan menulis. 
Mulailah dengan membaca dan menulis hari ini, setiap hari menulis 1 tulisan niscaya 30 hari kemudian bukunya dapat terbit.
Amin
Salam Lirterasi, terus kobarkan semangat menulis teman-teman walau tertatih-tatih pasti sukses kemudian hari.


Comments

  1. Tulisan yang panjang, lengkap dan berwarna. Benar-benar membongkar rahasia.

    ReplyDelete
  2. Sistematis, resume yang cukup.informatif. keep writing and sharing Bu

    ReplyDelete

Post a Comment