TRICK CEPAT MENULIS RESUME DI BLOG

 


TRICK CEPAT MENULSI RESUME DI BLOG

RESUME KE-2

OLEH: NEHUSTA  K. KOY, S.Pd

Malam kedua belajar bersama teman-teman dalam group belajar  menulis bersama PGRI, kami disuguhi materi oleh seorang alumni kelas yang sama pada gelombang 18. Beliau adalah Ibu Maesaroh, M.Pd.  seorang guru di SMPN 1 Lebakgedong, Kabupaten Lebak, Banten. Ia dilahirkan di Lebak pada tanggal 26 November 1989.  Pendidikan  pertama ditempuh di MI Al-Hidayah Cinyiru pada tahun 1996, kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Cipanas. Pendidkan SMA ia tempuh di SMA Negeri 1 Cipanas, dan lulus pada tahun 2008. Setelah itu, ia melanjutkan Pendidikn S-1 di STKIP Setiabudhi Rangkasbitung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, lulus dengan memperoleh gelar sarjana pada tahun 2013. Kemudian kembali melanjutkan Pendidikan Magister di Universitas Indraprasta PGRI Jakarta, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Study Pendidikan Bahasa Inggris pada tahun 2018, dan selesai menempuh gelar Magister Pendidikan Bahasa Inggris pada  tahun 2020

Usai diperkenalkan oleh Moderator Ibu Rita Wati, Bu Mae begitu narasumber malam ini biasa disapa, langsung menyapa kami semua dengan lembut sebagai ciri khas seorang Ibu.  Bu Mae memulai materi dengan bercerita pengalaman untuk  memotivasi seluruh peserta di kelas ini.

Bu Mae merendah dengan mengatakan kalau ia terlalu cepat dijadikan seorang Narasumber. Tetapi karena ini perintah, maka ia jadikan ini sebagai pengabdian kepada Tim. Tiga bulan lalu ia mengikuti kelas pelatihan ini, tepatnya di bulan Maret. Walaupun ia bukanlah seorang yang lihai dalam menulis, tetapi Tuhan selalu memberinya cara agar ia menyelesaikan pekerjaan dengan amat cepat. Semua karena campur tangan Tuhan.

Bu Mae pun mengisahkan pengalamannya ketika berada di akhir semester menuju gelar Magister, tepatnya di tahun 2020 lalu. Waktu itu ia dapat menyelesaikan Tugas akhirnya yang bernama Tesis dalam waktu yang begitu singkat. Karena konsiten dalam menggali ilmu, Alhamdulilah ia dapat mengantarkan beberapa sahabatnya menuju gelar Magister. Dengan membantu mereka menyelesaikan garapan Tesisnya.

Hal ini berlanjut sampai ia lulus dan menjadi seorang Magister, beberapa teman, tepatnya adik semester mempercayainya untuk membantu mereka dalam menyelesaikan Tesisnya. Barakallah, mungkin ini yang di sebut dengan ilmu yang bermanfaat demikian lanjut Bu Mae.

Dimulai dengan istilah bisa ala biasa mungkin di sini karena terbiasa menyelesaikan hal yang sulit, terbiasa memcahkan masalah yang rumit, menulis sebuah resume menjadi hal yang amat mudah bagi Bu Mae. Semua karena bisa ala biasa.

Ketika di gelombang 18 Bu Mae selalu menyelesaikam resume hanya dalam hitungan menit. Artinya ketika  narasumber selesai bicara, maka tulisannya pun selesai. Hal ini menarik perhatian Om Jay dan Tim, sehingga pada pertemuan ke 22 Bu Mae naik kelas jadi Moderator. Dan di pertemuan ke 22 juga ia berhasil membuat buku solo perdananya dalam waktu 2 hari. Dengan demikian di pertemuan ke 23 Bu Mae sudah lulus dari pelatihan kelas menulis.

Selama 6 bulan ini dari januari sampai juni Bu Mae berhasil menyusun 6 buah Tesis, 4 buah buku antologi, 1 buku duo, dan 1 buku solo. Semua ini ia yakini sebagai upah dari sebuah konsistensi yang kuat.



Usai panjang lebar berbagi kisah tentang pengalaman belajar menulis dalam group WA dan pada lembaga pendidikan formal hingga meraih gelar Magister bahkan menghasilkan sejumlah karya literasi yang sungguh menginspirasi, Bu Mae pun mengajak kami untuk masuk pada materi sebenarnya malam ini sesuai dengan topiknya: "TRICK CEPAT MENULIS RESUME DI BLOG".

Bu Mae lalu mengawali sesi pemaparan materinya dengan sebuah pertanyaan: "Mengapa perlu cepat menulis di blog?". Dalam pandangannya, ia mengatakan sebagai seorang bloger pemula kita perlu mengenalkan aroma tulisan kita pada khalayak ramai. Untuk mendukung percepatan postingan tulisan di blog dibutuhkan 2 alat gawai. Gadget untuk menyimak materi dengan piranti digital dan laptob yang sudah terhubung dengan waweb untuk menulis resume.

Berikutnya Bu Mae memberikan tips mengelola tulisan di blog dengan menetapkan dalam benak kita masing-masing agar selalu mimiliki mindset bahwa: 

  1. Resume kita harus di posisikan pada urutan pertama,  karena dengan memposisikan resume di urutan pertama akan menarik minat pengunjung yang lebih banyak 
  2. Resume kita harus berkarakter, jika resume yang dibuat dengan bahasa yang menarik, akan memberikan karakter terhadap tulisan kita.
  3. Tambahkan referensi yang lain yang berkaitan dengan materi, kutipan atau referensi dari tokoh lain, akan membuat tulisan resume lebih kredibel
  4. Meramu tulisan dengan bahasa yang khas, menulis dengan bahasa yang khas akan menarik pembaca untuk selalu membaca tulisan kita.
Selain Tips mengelola blog, Bu Mae juga membagikan  poin yang paling penting, yaitu membuat trik cepat menulis resume. Poin-poin tersebut adalah pengalaman pribadi saat bergabung dalam kelas menulis bersama PGRI yang diuraikan satu persatu sebagai berikut:
  1. Bu Mae selalu membiasakan diri duduk 10 menit di depan laptop sebelum materi dimulai
  2. Selama duduk 10 menit tersebut iaa selalu merangkai paragraf pembuka yang selalu dikemas dengan bahasa yang puitis. Serta menulis paragraf penutup dengan menyisipkan kalimat-kalimat motivasi.
  3. Tulis resume dengan paragraf yang pendek-pendek. Pembaca blog cenderung bosan membaca paragraf yang  lama selesai, dengan membuat paragraf pendek, tulisan kita mudah difahami dan disimpulkan.
  4. Menulis pernyataan Narasumber dengan gaya bahasa Paralelisme , atau bisa saja mengadopsi semua bahasa narasumber dengan memberikan tanda kutip. Pak A mengatakan "...."

Berkat ketekunan dan konsistensi Bu Mae menyelesaikan resumnenya tepat waktu dengan trick sederhana yang dimilikinya ini, selama menjadi peserta kelas menulis, ia menjadi pemenang hadiah buku terbanyak dari menulis resume. 7 buah buku ia dapatkan secara gratis.

Bu Mae juga mengingatkan kepada kami tentang satu hal yang terpenting dalam menulis resume adalah plagiarisme. Jangan menduplikasi tulisan orang lain

Hal yang paling sering didapati dari tiap gelombang adalah temuan plagiarisme. Di setiap gelombang selalu ada saja peserta yang menduplikasi tulisan temannya. Hal ini tidak baik, karena dapat melemahkan mental peserta lainnya

contoh  temuan plagiasi setelah walking blog.


Dilanjutkan Bu Mae bahwa sebagai penulis pemula, memang bukan hal yang mudah untuk menumbuhkan sikap percaya diri. Untuk menjadi penulis handal, kita harus memupuk mental baja dalam menulis dengan cara:

  1. Tanamkan sikap percaya diri. Jangan merasa malu, karena tulisan yang kita anggap jelek akan menjadi luarbiasa bagi mereka yang tidak pernah belajar menulis.
  2. Siap dengan segala kritikan. Meskipun terkadang budaya memuji lebih banyak dari budaya mengkritik, namun pujian itu harus membuat kita semakin memperbaiki tulisan. 
  3. Jadilah penulis di blog yang informatif nan edukatif
  4. Bangunlah tulisan di berbagai Blog.

Hal ini amat perlu karena terkadang orang akan bosan melihat penampilan kita yang itu-itu saja. Ibarat memakai baju, tentu orang akan bosan jika baju yang kita pakai hanya warna hijau saja. Itulah sebabnya tulisan harus memiliki warna lain, salah satunya  tulisan kita pada blog lainnya.

Sebagai motivasi di akhir pemaparan materi Bu Mae yang mendorong kami para pemula dalam kelas menulis ini untuk aktif dan percaya diri memposting rulisan-tulisan yang dihasilkan pada rumah-rumah menulis, seperti Kompasiana, YPTD, Blogspot.com dan detik.com

Jadilah manusia cerdas yang siap menerima perubahan. Siap dengan segala keadaan, dan siap dengan segala tantangan. Tanamkan konsistensi yang kuat, karena hidup itu butuh target

Tak peduli berkawin dengan seribu kesibukan, ketika konsisten adalah sebuah target, maka semua akan berjalan baik air menuju muara. Semua akan menjadi biasa-biasa saja.

Sungguh seolah mimpi malam ini dapat berjumpa dengan seorang pegiat literasi yang sangat bertalenta dan penuh inspirasi berbagi pada kami penulis pemula. 

Sekian resume kedua saya teman-teman.
Salam Sehat untuk kita semua, semangat! 

Comments

Post a Comment