MENULIS KELENGKAPAN NASKAH

 


MENULIS KELENGKAPAN NASKAH
RESUME KE -16
OLEH: NEHUSTA KOY, S.Pd

Memasuki pertemuan ke-16, kelas belajar menulis online bersama PGRI gelombang 19 dan gelombang 20 kami di dampingi Bu Aam sebagai moderator. Hadir sebagai narasumber seorang alumni kelas yang sama pada gelombang 4. Seorang guru Bloger asal Ibukota Negara yang mengabdi di daerah terpencil bumi Flobamora NTT. Beliau adalah Theresia Sri Rahayu, S.Pd.SD biasa di sapa Cikgu Tere.

Sebagai seorang alumni sukses Cikgu Tere telah berhasil menulis dan menerbitkan buku, baik buku solo maupun buku antologi. Bahkan Ia berhasil menulis bersama Prof. Eko Indrajit dan bukunya diterbitkan penerbit Andi Yogyakarta.  Ada pula bukunya yang ke empat dengan judul Belajar Dalam Mengajar terbit tahun 2021 setelah menyelesaikan tantangan menulis di blog setiap hari bersama YPTD.

Buku-buku yang ditulis Cikgu Tere

Dengan pengalaman segudang ini, Cikgu Tere hadir dan berbagi kepada kami malam ini tentang kelengkapan naskah untuk menjadi sebuah buku. Dalam menyelesaikan sebuah tulisan dan hendak dikirim ke penerbit untuk dicetak, naskah perlu dilengkapi dengan Prakata, Daftar Isi, Sinopsis dan Profil Penulis. 

Sesungguhnya itu belum semuanya, masih ada bagian-bagian lain dari kelengkapan buku.  Seperti cover, daftar pustaka,  dan yang lainya. Namun saat ini kami diajak lebih berfokus pada empat bagian kelengkapan naskah di atas.

Bagian Pertama Prakata

Prakata merupakan ungkapan hati penulis. Isinya tentang ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung penulis, menggambarkan isi buku secara ringkas, memuat keunggulan buku, sasaran pembaca dan pesan bagi pembaca. Panjang prakata satu sampai dua halaman, namun agar lebih efektif satu halaman. 

Dalam praktiknya, sering penulis pemula tidak dapat membedakan antara Prakata dengan Kata Pengantar. Bedanya Prakata dan Kata Pengantar dapat dipahami dengan mengikuti penjelasan berikut!

Prakata ditulis oleh penulis buku itu sendiri, sering dijumpai dalam karya tulis ilmiah, jurnal dan sebagainya. Umumnya prakata ditulis lebih singkat dan ringkas. Sedangkan Kata Pengatar ditulis oleh orang lain seperti: penerbit, penulis senior, orang yang berkompeten. Kata Pengantar biasanya ditemukan di buku, ditulis lebih panjang dan mengulas buku lebih mendalam. 


Bagian Kedua Daftar Isi

Daftar Isi disebut juga Outline/Kerangka. Manfaat outline memudahkan proses penulisan, membuat penulis tidak bingung, bahkan presentase ke penerbit, menjadikan tulisan lebih sistematis, membuat penulis fokus pada inti tulisan, dan menjamin kelengkapan tulisan. 

Mencontohkan dirinya sendiri memanfaatkan outline, Cikgu Tere mengisahkan pengalamannya menulis bersama Prof. Eko Indrajit. Pasalnya saat itu Prof. Eko memberikan challenge/tantangan dalam kegiatan menulis seperti ini dan Cikgu Tere tertarik untuk mengikutinya. Setelah kelas belajar melalui WA selesai,  ia langsung membuat Outline bukunya dan dikirim ke Prof. Eko keesokan harinya.

Kala itu,  Cikgu Tere  menulis bukunya yang berjudul "Belajar Semudah Klik" hanya 3 Bab saja yang ia perkirakan hampir 60 halaman. Karena targetnya satu minggu,  ia merasa dikejar-kejar waktu.  Tapi ia beruntung dengan adanya outline ini. Cikgu Tere tetap fokus pada inti setiap bab.  Bahkan ketika ada waktu di mana ia harus benar-benar istirahat dulu.  Jadi outline ini sangat membantunya. Tidak ada istilah mental blocking. Bahkan Prof. Eko yang memintanya untuk menambah jumlah Bab dan halaman pun akhirnya tercapai. 

Bagian Ketiga Sinopsis

Sinopsis merupakan ringkasan keseluruhan dari cerita. Sinopsis ditulis untuk mempermudah pembaca memahami isi cerita. Penulisannya menggunakan bahasa yang lugas dan mudah dimengerti. Sinopsis juga menyajikan alur cerita secara lengkap namun lebih ringkas.  

Sinopsis berbeda dengan Blurb. Blurb adalah bagian menarik dari sebuah buku yang dituliskan dengan kata-kata memikat dan mengundang rasa ingin tahu pembaca untuk membaca keseluruhan isi buku tersebut.

Contoh Blurb:


Bagian Keempat Profil Penulis

Hal penting yang harus diperhatikan adalah profil penulis yang merupakan pendukung isi buku yang kita tulis. Jika kita menulis tentang tips menulis di blog, minimal kita sudah mempunyai kompetensi di bidang itu.  Mungkin kita bisa menuliskan penghargaan yang diterima sebagai blogger. 

Profil Penulis menjelaskan tentang cerita penting terkait diri penulis. Biasanya disajikan dalam bentuk narasi, penulisannya singkat dan ringkas. Hanya memuat cerita yang penting dan relevan, misalnya kita menulis tentang pendidikan,  tapi kita berlatar belakang non pendidikan,  maka itu tidak relevan.  Sehingga dapat menurunkan kepercayaan pembaca buku kita.

Dan hal penting lainnya adalah menuliskan nomor kontak penulis yang dapat dihubungi.  Terutama adalah jika pihak penerbit ingin melakukan editing dan perlu menghubungi kita.  Selain itu bisa juga menjalin komunikasi dengan para pembaca buku kita.

Demikian kelengkapan naskah dari sebuah tulisan yang hendak diterbitkan. Semoga tips dari Cikgu Tere ini membantu saya dan teman-teman mewujudkan impian menulis dan menerbitkan sebuah buku solo. 

Semangat teman-teman, salam literasi!



Comments

Post a Comment